Saturday, 9 September 2017

Diam ku


Dalam ucap aku menatap, pada sepasang mata yang tak pernah menganggap.

Aku yang tinggal dalam malam,
kemudian memendam,
Dan hanya bisa tinggal diam.
Sembari menyusun puing puing hati ,
Yang tak lagi tertata rapi.

Patah.

Lelah.

Tak terjamah.

Kemudian aku mengaku kalah.

Untuk sebuah tanggap yang ku tunggu.
Aku merindu. Menunggu hadirmu.

Aku dan diamku, ada cinta untukmu.
Dan kau yang disitu, tak pernah tau. Ada aku !

#RUANGPRODUCTIVE

No comments:

Post a Comment