Saturday, 23 September 2017

Pembohong

Seperti matahari yang enggan tuk tenggelam, aku disini berdiri hampir mati menunggu mu yang tak kembali. Lupa kah kau tentang apa yang kau tulis di selembar kertas waktu itu, apa yang telah kau ucapkan kala pagi masih berkelut dengan embunnya.

Kau pembohong.

Tulisan itu hanya penenang untuk ku kala itu bukan !
Sudah lah, ku biarkan semuanya berlalu seperti hujan yang tetap jatuh walau tanpa aba-aba.
Aku yang kini tinggal 2 langkah dibelakangmu, maaf jika aku terlihat mengganggu. 
Yang ku kerjakan kini hanya mengeja kembali kalimat yang kau tulis diselembar kertas itu, merobek perasaan luka yang muncul kala melihat kau berselimut bahagia darinya.

Darinya yang kau anggap raja bagi istana hatimu. Dan aku budak yang siap menutup lubang bahagia hanya untuk tetap berada 2 langkah dibelakangmu.

Selamat pagi, wahai kau sang perobek hati.
#ruagproductive

No comments:

Post a Comment