Sunday, 23 July 2017

Selesai

Akan tiba masanya, ajal datang.

Semua orang takut akan hal itu, begitupun aku.

Ku temui wajahku didepan cermin, aku bertanya padanya Kapan ajalku tiba,
Kemudia ia diam, seolah mempertanyakannya kembali padaku.

Ku temui hartaku yang ku simpan sejak lama, aku bertanya padanya, Kapan ajalku tiba ?
Kemudian ia diam, seolah mengisyaratkan seharusnya ia di sedekahkan.

Ku temui amalku? Aku bertanya padanya ;kapan ajalku tiba ?
Kemudian ia hanya diam, seolah mengisyaratkan seharusnya ia selalu ditambahkan.

Ku temui anggota tubuhku, aku bertanya siapa diantara kalian yang paling dekat dariku selain Mati. Tak ada satupun yang menjawab, hanya ada hembusan nafas yang ku dengar.

Bahkan nadi-ku pun hanya diam, ku kira ia adalah yang paling dekat

Belum sempat aku menarik nafas selanjutnya.

Ajal datang, aku selesai.

Allah SWT berfirman:

اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ

Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka (mati), sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 1)

Thursday, 20 July 2017

Ikhlas

Tuhan menghadirkan "CINTA" untuk mengajarkan kita tentang ikhlas.

Seperti kucing kesayangan kita yang mati, yang harus kita lakukan hanyalah meng-ikhlasan.

Seperti bunga bungas ditaman yang harus layu pada waktunya, yang harus kita lakukan hanyalah meng-ikhlaskan.

Akan tiba waktunya dimana kita belajar untuk meng-ikhlaskan. Entah itu tentang mengikhlaskan benda kesayangan, moment kesayangan, ataupun orang-orang yang kita sayangi. Ia kembali pada pencipta-Nya.

Setelah semuanya pergi hanya akan ada kenangan dan rasa ke-ikhlasan kita yang tetap tinggal.

Seperti tulisan ini, yang akan habis. Kemudian aku hanyalah bisa meng-ikhlaskan.

Saturday, 1 July 2017

Untuk mu

Untuk mu
Untuk mu yang masih menjadi rahasia Tuhan.
Sadarkah bahwa Tuhan adalah sebaik-baiknya penulis?
Matahari yang beredar sesuai orbitnya, air yang jatuh kemudian meninggi lagi (Hujan)
Cuaca silih berganti.
Angin yang datang kemudian pergi lagi.
Semuanya beraturan bukan ?
Lantas apa lagi yang kita khawatirkan tentang scenario-Nya
Aku percaya kita pun akan menjadi seperti itu kelak, disuatu waktu yang tepat, disebuah tempat yang tepat pula. Kita akan dipertemukan dengan keteraturan.
Bairkan detik demi detik kita habiskan sendiri untuk mengharap Ridho-Nya yang kemudian detik demi detik kita akan diantarkan pada pertemuan oleh Sang Maha Tinggi.
Akan ku siapkan diriku sebaik mungkin, yang ku yakin dirimu juga.
Agar suatu saat nanti kita bisa sama sama berlari untuk-Nya.