Thursday, 17 November 2016

Pesan untuk malam

Untuk setiap orang yang "memiliki" entah itu barang contohnya handphone, jam tangan dan barang barang lainnya atau "hati". Iya maksudnya hati, untuk setiap orang yang memiliki hati orang lain seperti layaknya berumah tangga, pacaran, sahabat, atau sekedar hanya berteman.

Ingat, semua memiliki masa, setiap benda ataupun hati memiliki masa.
Semahal apapun, sekuat apapun hati ia memiliki masa dan rasa yang tak bisa dilihat mata.

Kuncinya hanya ada pada waktu dan rasa, sejauh mana kalian bisa menghargai waktu dan sejauh mana kalian dapat menghargai rasa.

Detik jam yang awalnya bermulai dari 1 pada akhirnya akan berubah menuju ke angka 12.

Matahari pun juga seperti itu, yang awalnya ia bersinar cerah ia pun akan redup, kemudian hilang. Dan timbul lah malam.

Malam terlihat sangat menakutkan, ia membutakan penglihatan, ia meredupkan harapan.
.
.
.
.
.
.
.
Ketika kalian mempunyai hubungan dengan barang atau pun manusia, kalian akan di hadapkan dengan gelapnya malam. Kalian akan merasakan bagaimana malam menghancurkan pengharapan yang ketika siang sudah di bangga banggakan.

Tapi, iya tapi. Ketika kita akan menghadapi malam itu bukan waktunya kita untuk takut dan kemudian enggan menemui malam. Ketika kita tau akan berhadapan dengan gelap malam.yang perlu kita lakukan adalah saling percaya pada hubungan yang kita punya, kita harus liat kebelakang bagaimana pagi, siang, sore telah kita lalui dengan enteng.

Bagaimana kalian akan menghiasi hubungan kalian saat malam adalah cara terbaik untuk melewati malam, karna hanya dengan malam kita dapat melihat sinar bola lampu akan terlihat lebih istimewa.

Yang namanya gelap itu gak ada, yang ada hanya kekurangan cahaya. Terangi malam kalian dengan cara kalian sendiri.
Dan jangan pernah takut pada malam, apa lagi menghilang saat malam.

Jangan pernah.

Monday, 19 September 2016

Sabarku

Aku slelau berbicara pada bulan setiap malam.

Aku mengeluh padanya tentang dinginnya malam, tapi semua tak kunjung usai.

Ku ketakkan lelahku ditempat tidurku sembari pikiran yang tak tau harus apa.
Kemudian aku menunggu embun yang muncul disetiap dedaunan.

Semua terdengar membosankan, ada waktu yang panjang diantar sabar ku dan tujuanku.

Hingga saat ini hanya hitam yang mampu ku lihat. Semuanya gelap, hitam, begitu tak menyenangkan.

Monday, 22 August 2016

Mungkin itu jawabannya

Apa yang menyebalkan ketika hati ditempati rindu ?

Jarak.

Tidak, semua bergantung pada apa yang kita rindukan.

Ada kalanya ketika kita rindu, kemudian jarak bukan masalah. Ia tetap ada.

Tapi bukan itu masalahnya, ketika kita merindu kita merasa sesuatu yang dirindukan begitu indah.

Bahkan ketika aku merindu pada wanitaku. Tiap tiap angin yang lewat selalu ku sebutkan namanya kemudian aku berharap.
Semoga angin menyampaikannya.

Dan kurasa sejadah ku pun bosan ketika aku sedang berdekatan dengannya aku selalu menyebut namamu. Wahai wanitaku

Ya memang sesederhana itu aku mencintainya, tak banyak yang bisa kulakukan.

Ketika aku menuliskan ini, lagi lagi aku diterpa rindu. Sengaja ku mengurung diri didalam ruangan yang tak begitu besar, kemudian kumatikan lampunya agar semuanya terlihat baik baik saja.

Kubiarkan bisunya siang menemani ku sambil merindukan mu, ku ambil segelas kopi milikku
Sesekali ku rasakan pahitnya. Kemudian ku letakkan kopi ku tepat disebelah aku bersandar pada dinding didalam ruangan yang kutempati.

Kemudian aku berbincang pada kopi milikku, ku berbincang bincang denganya bahwa aku sangat merindukan wanitaku. Tapi lagi lagi tak banyak yang bisa kulakukan.

Setelahnya aku berbincang, ku tanyakan pada kopi milikku, apa yang harus ku lakukan.

Kemuadian tak ada jawaban yang terdengar dari secangkir kopi milikku hanya ada genangan air yang tetap tenang.

Mungkin itu jawabannya.