Monday, 26 May 2014

Tulus

Cinta harus diperjuangin, bener nggak tuh ? kebanyakan dari remaja sekarang sih perjuangannya setengah-setengah ya mana bisa merdeka kalo begitu. Seharusnya anak muda sekarang harus se-semangat para pejuang dlu, anggap aja lo berjuang demi Negara lo sendiri. Zaman sekarang masih ada nggak para pemuda yang rela berjuang untung mendapatkan cinta sampai bertahun tahun, kalo emang ada mereka layak disebut “Lelaki Sejati” broo.
                Kadang kala laki-laki yang rela berjuang sampai titik darah terakhir mereka ini disia-siakan, di terlantarkan, diacuhkan, didiemin ampe busuk.sebut saja mereka LakSej (Laki-laki Sejati). Laki-laki yang rela berjuang mati matian itu harusnya nggak disia-siakan soalnya di zaman sekarang susah nyari yang setulus mereka. Kalo mereka buat kesalahan itu wajar namanya juga manusia. Disini lah insting wanita di uji, mana laki laki yang tulus dan mana laki laki yang cuman pengen enaknya aja.
                “Menunggu”adalah Kata penuh kekuatan. LakSej rela menunggu, sejauh ini ada sih beberapa orang disekitar gue yang bisa disebut LakSej dan perjuangan mereka ada yang berhasil dan ada juga yang masih belum berbuah, tapi gue yakin sih dia bakalan berhasil juga. Pasti. Gue sih nggak bisa bantu apa-apa cuman bisa berdoa agar si cewe yang mereka perjuaingin itu sadar. Sepertinya menyerah bukan kata yang tepat saat kita (para Laksej) diterlantarkan. Bener apa kata Bang RadityaDika penulis terkenal itu dia bilang ;”Orang yang nunggu itu ibarat marmut kecil berwarna merah jambu yang berlari diatas roda berputar, seakan akan maju, tetapi nyatanya hanya diam ditempat. Capek tau.”  

                Gue mau bilang ke semua cwe yang baca tulisan ini ; kalo emang ada cowo yang rela nunggu lo bermenit-menit atau berbulan-bukan atau bahkan bertahun tahun kalian nyadar nggak mereka punya cinta yang tulus buat lo dan dizaman seperti ini susah yang nyari sehebat mereka. 

Thursday, 15 May 2014

Foto Kenangan

Foto diciptakan untuk sebuah kenangan, Setuju ?

Semua berawal dari sebuah kebiasaan makhluk berbentuk manusia tapi sedikit mirip jigong, sebut saja namanya Dadang. Dadang tidak dilahirkan secara normal maksudnya Dadang keluar sendiri secara “Tiba-tiba” dengan tidak sengaja didalam kamar mandi saat ibunya dalam posisi duduk dan akan melakukan ah syudahlah. Dadang lahir di sebuah desa kecil bertempat di Kotabaru. Sekali lagi gue ingetin Dadang dilahirkan secara tiba-tiba dan tidak sengaja. Dia punya kebiasaan yang tidak biasa dari kebiasaan-kebiasaan manusia biasa diluar sana, ia suka foto-foto sendiri. Iya kalo ganteng, tapi kegantengan yang diinginkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
            Gue satu kelas sama si Dadang, Dadang ini manusia yang bersikap diam diam tapi menghanyutkan, diam diam eh nggak taunya pr udah selesai nggak bilang bilang, diam-diam eh nggak taunya ngompol dicelana, diam-diam kepecirit dicelana dan baunya minta ampun. Ya selalu gitu pokoknya diam diam. Katanya sih diam itu emas tapi nggak usah diam-diam keluar emas juga keules. Jadi gue nggak biasa foto foto kayak si Dadang, bahkan untuk berhadapan dengan kamera pun gue nggak ada nyali.
            Dadang punya kebiasaan yang mungkin diluar sana ada yang mempunyai kebiasaan mirip kaya dia, kebiasaan Dadang adalah foto selfie nggak kenal kondisi mau jelek kek mau celemotan kek mau mirip omas kek dia selalu foto selfie dimana pun dan kapan pun apa lagi kalo ada agenda atau sebuah acara. Gue coba nanya sama Dadang, “Dang, kenapa sih lo suka foto foto gitu padahalkan lo jelek nggak malu tuh” gue tanya dengan nada lembut, terus dia jawab gini “No, gue sebenernya malu tapi apa boleh buat. Otak kita diciptakan dengan keterbatasan dan Foto mampu meyimpan kenangan lebih lama dari apa yang kita simpan dalam otak”. Gue nyoba memahami setiap kata kata yang keluar dari mulutnya. Kemudian gue berfikir, apa yang Dadang katakan itu benar “Foto mampu menyimpan kenangan lebih lama dari pada apa yang kita simpan dalan otak, kalo kita kangen sama sebuah kenangan paling paling kita cuman bisa ngeliat dari foto dan kemuadian mencoba untuk memaksa otak untuk kembali pada masa dimana kenangan itu dibuat”. Nggak kebayangkan bagaimana bisa orang se rendah Dadang mempunyai sebuah gagasan hebat tentang sebuah Foto dan Kenangan.