Belajar dari pra-perancangan dalam bidang arsitektur. Sebelum men design sebuah bangunan, para arsitek dituntut untuk mengenyampingkan ego kemudian belajar tentang bangunan yang akan di designnya.
Setiap manusia memiliki ego, entah itu besar maupun kecil. Tergantung bagaimana bisa orang menjaganya. Dan arsitek adalah manusia biasa yang memiliki ego tentunya.
Namun, aku belajar dari hal sesederhana pra-perancangan. Dalam hal jodoh maupun hasil kita harus menjadi para arsitek yang mengenyampingkan ego agar dapat hasil yang memuaskan. Bagaimana mungkin orang yang mengedepankan ego mendapat jodoh yang dapat menjaga ego. Mungkin ada, tapi hanya sebagian kecil.
Sebesar besarnya cita citamu, setinggi tingginya mimpimu. Kau harus belajar mengenyampingkan ego kemudian beranjak dari tempat yang tinggi lalu merendah. Entah itu tentang egomu pada orang tua, teman, cinta, maupun tentang bahagia.
Untuk apa kita punya jabatan tinggi, kemudian punya mimpi di genggaman tangan namun ego masih menjadi hal yang utama dalam diri.
#RUANGPRODUCTIVE
No comments:
Post a Comment