Siamang Kera Hitam
Tuesday, 4 June 2019
Pulang lewat rindu
Satu momen besar yang identik dengan kepulangan. Rindu kampung halaman.
Kenangan masa kecil, masakan ibu, hangat peluk ayah, ributnya rumah jadi alasan paling merdu untuk menjatuhkan air mata karna tak ada kesempatan untuk pulang.
Salah siapa ?
Waktu mungkin ?
Bukan salah siapa - siapa, semesta memang belum mengizinkan rindu melebur pada hal hal yang membuat ia dilahirkan.
Aku harap ketidak pulanganmu jadi hal paling pantas agar "kesuksesan" berada digenggaman tanganmu.
Jangan terlalu hanyut dalam kesedihan atas ketidakpulangan
Sebab
Pulang adalah sebuah puisi
Ungkapan tanpa majas tentang
Jawaban alasan pergi
Beberapa hanya berjarak menit
Hingga satuan hari
Beberapa berjarak bulan
Hingga tahun berganti
Jadi kapan pulang? (jika ada yang bertanya)
Jawab saja
Setiap hari, kala jarak meniadakan temu
Ada yang pikirannya selalu pulang lewat rindu. Aku bisa pulang lewat rindu.
Wednesday, 2 January 2019
2000 Berapa ?
Tawa bersama.
. . .
Sepotong kue bersama.
. . .
Tulisan tulisan janji berdua.
. . .
Ucapan rindu kala pagi buta.
. . .
Merah pipinya.
. . .
Senyum manis miliknya.
. . .
Foto berdua.
. . .
Dan, ucapan selamat tinggal darinya ?
Sudahlah, semua tak lagi sama.
Kini, kau sudah tak lagi dengannya.
Percaya. . .
Kau sudah jauh lebih hebat dari sebelumnya.
2019 tertawa.
Iya percaya.
Kau tak lagi butuh dia.
- - - - - - - -
Ditulis sejak 2018 belum ada,
2017 pun belum terencana.
2015 lah orangnya.
Monday, 10 December 2018
Problematika Anak Zaman Sekarang
Aku tidak tau kenapa, bagimu pergi adalah hal yang bisa.
Friday, 1 December 2017
Diam-diam wanita itu mati
kita hidup diantara kediam diaman alam semesta yang jarang kita sadari. entah itu tentang tumbuh ataupun mati. seperti sebuah organ pada manuasia yang dititipkan Tuhan pada tiap tiap manusia.
Hati ? ya benar. diam diam ada rindu dibalik kerasnya hati seorang yang sifatnya kasar
Rindu didalam hati seperti udara dingin menghantap kulit ketika matahari sudah tak mampu menghangatkan, merinyut.
dan kadang lucunya hati tak bisa dijelaskan. diam diam mulut berkata tidak rindu. diam diam lagi ada malu yang muncul tatkala rindu dipertnyakan.
lagi lagi diam diam. lucu.
Diam diam ada wanita keluar ditengah malam, kemudian duduk diantara diamnya malam.
Ditemani suara daun daun yang berhantaman dari benturan benturan kecilnya. diam diam mengenang.
Kemudian mati diantara kesaksian tentang rindu, yang ia nyatakan malam itu.
Diantara hidup kita, ada diam diam yang jarang untuk bisa disadari, dan diam diam aku mencuri perhatian lewat tulisan tulisan ini. dan ketika aku menulis ini ada waktu yang diam diam mencuri waktuku. sudah, waktunya tidur !
Thursday, 28 September 2017
Nikmatilah.
Tulisan ini aku ciptakan sebagai salam perpisahan.
Hidup ibarat bermain diarena tinju, dimana umur kita hidup adalah durasi pertandingannya.
Sulit atau mudahnya pertandingan tergantung pada bagaimana cara kita memukul dan menghindar.
Aku tau bagaimana rasanya ketika dipukul oleh musuh dengan hantaman keras.
Aku tau bagaimana rasanya hidup dalam sebuah pertandingan.
Aku berpesan ;
ketika kau dipukul nikmati rasanya, kemudian pelajari.
Ketika kau memukul, pukul dengan sekeras kerasnya. Hancurkan musuhmu.
Hahahah. Kamu takut kalah ?
Jangan takut, semuanya tidak dinilai hanya pada pukulan. Poin paling pentingnya adalah bagaimana ketika kau dipukul, jatuh. Kemudian kau bangun dan siap menerima pukulan selanjutnya. Hadapi !
Bawa selembar kertas berisikan cita-citamu ke arena tinju agar kau jatuh. Kau punya alasan untuk tetap berdiri.
Rita
Uswah
Selly chrisna
Amelia
Muhammad nuril
Wirdatun nafisah
Rina durrotal badi'ah
Dewi maspufah
Ayu rahmania lestari
Hardini rahma
Sintakholifah
Khoirul faqih
Rizqy annis
Elok putri
Hanistah vita
Dinda malik
Dina agustina
Novia cahyani
Trialismawati
Siti cholifah
Reka nanda
Tuesday, 26 September 2017
Tentang Ego
Belajar dari pra-perancangan dalam bidang arsitektur. Sebelum men design sebuah bangunan, para arsitek dituntut untuk mengenyampingkan ego kemudian belajar tentang bangunan yang akan di designnya.
Setiap manusia memiliki ego, entah itu besar maupun kecil. Tergantung bagaimana bisa orang menjaganya. Dan arsitek adalah manusia biasa yang memiliki ego tentunya.
Namun, aku belajar dari hal sesederhana pra-perancangan. Dalam hal jodoh maupun hasil kita harus menjadi para arsitek yang mengenyampingkan ego agar dapat hasil yang memuaskan. Bagaimana mungkin orang yang mengedepankan ego mendapat jodoh yang dapat menjaga ego. Mungkin ada, tapi hanya sebagian kecil.
Sebesar besarnya cita citamu, setinggi tingginya mimpimu. Kau harus belajar mengenyampingkan ego kemudian beranjak dari tempat yang tinggi lalu merendah. Entah itu tentang egomu pada orang tua, teman, cinta, maupun tentang bahagia.
Untuk apa kita punya jabatan tinggi, kemudian punya mimpi di genggaman tangan namun ego masih menjadi hal yang utama dalam diri.
#RUANGPRODUCTIVE
Sunday, 24 September 2017
Ketika sakit melanda
Aku pernah ditelan sakit berhari-hari, Bersama matahari yang mulai redup. Aku menjalaninya dengan penuh kegigihan, teman terbaikku selalu mendorong dari belakang sembari mengucap doa ke langit untuk melobby kepada yang Maha tinggi agar sakitku dimudahkan.
Ada kejadian aneh, kala itu Tuhan tidak menjawab doaku. Aku hampir saja kecewa.
Obatku, yang selama ini menjadi andalan tak kunjung memberi secerca harapan untuk menjadi baik dikeesokan hari.
Aku yang tinggal jauh dari orang tuaku, disebabkan tempat kuliah ku dan rmh org tuaku yang lumayan jauh.
Kemudian aku memutuskan untuk pulang, pada tangan yang membesarkanku, pada peluk yang menghangatkan ku, pada suapan suapan masakan ibu.
Lucunya, ketika ibuku mendengar kabar sakitku. Ia hanya memberi segelas teh hangat sebelum aku tidur kemudian mngajak ku bicara setelahnya. Sampai kemudian aku tertidur, mendengar ia bicara seperti aku didongengkan , sudah lama aku tak merasakan hal ini.
Entah kenapa, esok pagi. Aku bangun lebih awal.
Demamku,
pusingku,
lelahku,
hilang.
Semua hilang tanpa aba aba. Sepertinya Tuhan menjawab doaku dengan cara yang lebih sempurna. Telah Ia hadirkan sebuah obat sedari dulu bernama "Ibu" dengan segala lebih dan kurangnya.
Untuk manusia selemah aku, cita cita adalah sebuah impian yang harus kita dirikan diteriknya masalah dunia. Namun berbakti pada "Ibu" adalah sebuah perintah yang jauh lebih harus ditegakkan bahkan dari besarnya cita-citamu.
Ketika jalanmu sudah terlalu jauh dan pekat. Sulit untuk kakimu melangkah, kembali lah. Ibu dan ayah mu sepertinya sedang rindu. Temui mereka disepiring obrolan pembuka duniamu, dengan penuh cinta.
#ruangpriductive
