Foto diciptakan untuk sebuah kenangan, Setuju ?
Semua
berawal dari sebuah kebiasaan makhluk berbentuk manusia tapi sedikit mirip
jigong, sebut saja namanya Dadang. Dadang tidak dilahirkan secara normal
maksudnya Dadang keluar sendiri secara “Tiba-tiba” dengan tidak sengaja didalam
kamar mandi saat ibunya dalam posisi duduk dan akan melakukan ah syudahlah.
Dadang lahir di sebuah desa kecil bertempat di Kotabaru. Sekali lagi gue
ingetin Dadang dilahirkan secara tiba-tiba dan tidak sengaja. Dia punya
kebiasaan yang tidak biasa dari kebiasaan-kebiasaan manusia biasa diluar sana,
ia suka foto-foto sendiri. Iya kalo ganteng, tapi kegantengan yang diinginkan
tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Gue satu kelas sama si Dadang,
Dadang ini manusia yang bersikap diam diam tapi menghanyutkan, diam diam eh nggak
taunya pr udah selesai nggak bilang bilang, diam-diam eh nggak taunya ngompol
dicelana, diam-diam kepecirit dicelana dan baunya minta ampun. Ya selalu gitu
pokoknya diam diam. Katanya sih diam itu emas tapi nggak usah diam-diam keluar
emas juga keules. Jadi gue nggak biasa foto foto kayak si Dadang, bahkan untuk
berhadapan dengan kamera pun gue nggak ada nyali.
Dadang punya kebiasaan yang mungkin
diluar sana ada yang mempunyai kebiasaan mirip kaya dia, kebiasaan Dadang
adalah foto selfie nggak kenal kondisi mau jelek kek mau celemotan kek mau mirip
omas kek dia selalu foto selfie dimana pun dan kapan pun apa lagi kalo ada
agenda atau sebuah acara. Gue coba nanya sama Dadang, “Dang, kenapa sih lo suka
foto foto gitu padahalkan lo jelek nggak malu tuh” gue tanya dengan nada lembut,
terus dia jawab gini “No, gue sebenernya malu tapi apa boleh buat. Otak kita
diciptakan dengan keterbatasan dan Foto mampu meyimpan kenangan lebih lama dari
apa yang kita simpan dalam otak”. Gue nyoba memahami setiap kata kata yang
keluar dari mulutnya. Kemudian gue berfikir, apa yang Dadang katakan itu benar “Foto
mampu menyimpan kenangan lebih lama dari pada apa yang kita simpan dalan otak,
kalo kita kangen sama sebuah kenangan paling paling kita cuman bisa ngeliat
dari foto dan kemuadian mencoba untuk memaksa otak untuk kembali pada masa
dimana kenangan itu dibuat”. Nggak kebayangkan bagaimana bisa orang se rendah
Dadang mempunyai sebuah gagasan hebat tentang sebuah Foto dan Kenangan.

No comments:
Post a Comment