Akan tiba masanya, ajal datang.
Semua orang takut akan hal itu, begitupun aku.
Ku temui wajahku didepan cermin, aku bertanya padanya Kapan ajalku tiba,
Kemudia ia diam, seolah mempertanyakannya kembali padaku.
Ku temui hartaku yang ku simpan sejak lama, aku bertanya padanya, Kapan ajalku tiba ?
Kemudian ia diam, seolah mengisyaratkan seharusnya ia di sedekahkan.
Ku temui amalku? Aku bertanya padanya ;kapan ajalku tiba ?
Kemudian ia hanya diam, seolah mengisyaratkan seharusnya ia selalu ditambahkan.
Ku temui anggota tubuhku, aku bertanya siapa diantara kalian yang paling dekat dariku selain Mati. Tak ada satupun yang menjawab, hanya ada hembusan nafas yang ku dengar.
Bahkan nadi-ku pun hanya diam, ku kira ia adalah yang paling dekat
Belum sempat aku menarik nafas selanjutnya.
Ajal datang, aku selesai.
Allah SWT berfirman:
اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ
Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka (mati), sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 1)
No comments:
Post a Comment