Aku tidak tau kenapa, bagimu pergi adalah hal yang bisa.
Foto bersama
..
Dering telpon di pagi buta
..
Tabungan kita
..
dan janji yang kita perdengarkan pada semua
seolah bukan apa apa.
Jika bukan karena cinta, aku tak pernah mau melakukannya bersamamu
kemudian, yang menjadi pertanyaan bagiku.
Atas dasar apakah engkau mau melakukannya, kemudian hilang entah kemana.
Cinta ? kurasa bukan.
Bodohnya aku adalah, percaya pada hal yang hatiku saja tidak pernah mengakuinya, bahwasannya kau mencintaiku dengan sepenuhnya, dan tidak adakata pergi setelahnya.
Kurasa aku sudah tersesat dengan topengmu itu jauh didalam hutan yang ku namai Rindu.
sejak kepergianmu, aku tak pernah menemukan jalan pulang. Kenanganlah yang mampu membuatku bertahan lama disini. Sering kali terdengan berita tentang mu didalam sini, sedih kadang mendengarnya, tapi mau bagaimana lagi aku tak tau kemana.
Sudahlah, kali ini aku tidak mau menyalahkanmu sepenuhnya, kuakui aku memang bodoh. Telah mau percaya, selanjutnya aku ingin menemukan jalan pulang ku entah itu berapa lama sembari meninggalkan satu persatu kenangan yang aku bawa menginap di hutan rindu ini. Biarlah mereka hidup sendiri walau tanpa kita menemani. Jika suatu saat aku rindu kembali, aku pasti kembali menjenguk kenangan kenangan itu, hanya menjenguk. tidak lebih.
Sudahlah, aku ingin tidur. Matahari sudah muncul.

No comments:
Post a Comment