Apa yang menyebalkan ketika hati ditempati rindu ?
Jarak.
Tidak, semua bergantung pada apa yang kita rindukan.
Ada kalanya ketika kita rindu, kemudian jarak bukan masalah. Ia tetap ada.
Tapi bukan itu masalahnya, ketika kita merindu kita merasa sesuatu yang dirindukan begitu indah.
Bahkan ketika aku merindu pada wanitaku. Tiap tiap angin yang lewat selalu ku sebutkan namanya kemudian aku berharap.
Semoga angin menyampaikannya.
Dan kurasa sejadah ku pun bosan ketika aku sedang berdekatan dengannya aku selalu menyebut namamu. Wahai wanitaku
Ya memang sesederhana itu aku mencintainya, tak banyak yang bisa kulakukan.
Ketika aku menuliskan ini, lagi lagi aku diterpa rindu. Sengaja ku mengurung diri didalam ruangan yang tak begitu besar, kemudian kumatikan lampunya agar semuanya terlihat baik baik saja.
Kubiarkan bisunya siang menemani ku sambil merindukan mu, ku ambil segelas kopi milikku
Sesekali ku rasakan pahitnya. Kemudian ku letakkan kopi ku tepat disebelah aku bersandar pada dinding didalam ruangan yang kutempati.
Kemudian aku berbincang pada kopi milikku, ku berbincang bincang denganya bahwa aku sangat merindukan wanitaku. Tapi lagi lagi tak banyak yang bisa kulakukan.
Setelahnya aku berbincang, ku tanyakan pada kopi milikku, apa yang harus ku lakukan.
Kemuadian tak ada jawaban yang terdengar dari secangkir kopi milikku hanya ada genangan air yang tetap tenang.
Mungkin itu jawabannya.
No comments:
Post a Comment